Tampilkan postingan dengan label Meraih Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meraih Sukses. Tampilkan semua postingan

03 Oktober 2009

Jalan Menuju Kesuksesan

Siapa yang menanam dia yang akan menuai, jadi bersegeralah menanam kebaikan kalau anda ingin menuai kebaikan dari siapapun, pastikan juga bahwa apa yang klian panen untuk kebaikan dan kemuliaan orang-orang disekelilingmu,
Materi bukanlah segalanya, coba cermati dan resapi uraian yang ada digambar diatas akan sangat mengilhami apa yang sebenarnya anda cari dalam mencari pekerjaan,
Kemanapun arah tujuan anda dan bagaimanapun cara untuk mencapai tujuan anda pastikan bahwa anda memang sudah memulai untuk menuju kesana,

27 September 2009

Kesuksesan kita Bersama

Banyak jalan menuju roma, itu mungkin pepatah yang tepat untuk menggambarkan bahwa banyak sekali jalan yang belum kita temukan untuk dapat mencapai tujuan kita,,tetapi yang pasti jadilah dirimu sendiri dalam menjalaninya,
Banyak orang yang belum sadar bahwa kesibukannnya sekarang belumtentu mendukung keberhasilannya ataupun cita-citanya,pastikan diri kita sudah dijalan dan benar-benar dijalan yang menuju ke tempat tujuan kita,
Kemanapun arah perjalanan hidup dan karir anda, andalah yang menentukan.jangan pernah takut memulai sesuatu karena siapa tahu disitulah jalan anda yang sebenarnya..
Jangan pernah berhenti sampai disitu saja, lanjutkan perjalanan anda setelah anda selesai dari perjalanan yang tadi, karena dengan itulah kita akan cepat sampai ketujuan kita,,

Semangat Baru (Mario Teguh)

Sebenarnya dalam diri kita terdapat banyak hal yang belum kita ketahui, bahwa kita memang makhluk sempurna yang diciptakan oleh tuhan yang maha Esa,
semoga kita menjadi orang-orang yang selalu berbahagia sehingga setiap hari kita akan selalu bersyukur dan terus bersyukur, agar nikmat kita semakin bertambah
semua ujian,cobaan yang datang kepada kita sebenarnya adalah penguat diri kita, semakin banyak cobaan yang kita selesaikan maka semakin kuat diri kita, tuhan tidak akan memberikan cobaan atau ujian yang tidak bisa hambanya selesaikan

16 Desember 2008

UMURKU UNTUK MEMENANGKANMU

Jika ada orang yang bertanya kepada kita, berapa umur-mu sekarang? Maka jawaban kita adalah empat puluh tahun atau mungkin tiga puluh tahun atau dua puluh tahun dan seterusnya. Dan, jika kita uraikan lebih jauh maka satu tahun adalah dua belas bulan, satu bulan tiga puluh hari, satu hari dua puluh empat jam, satu jam enam puluh menit, satu menit adalah enam puluh detik.
Ternyata umur kita adalah detik dan detik ini adalah DETAK, ya detak jantung kita, maka umur kita adalah detak jantung kita. Jika detak jantung kita berhenti, maka berhenti pula umur kita didunia ini.
Dalam salah satu tulisannya Pak Mario menyampaikan bahwa :

Umurku adalah untuk memenangkamu

maka setiap detik dari hidup kita atau setiap detak jantung kita adalah untuk berusaha bagaimana agar orang lain menang.
Orang lain adalah diluar diri kita, maka mari kita urut siapa saja disekeliling kita yang akan kita menangkan dengan jatah umur yang kita miliki.
Pasangan hidup kita (istri / suami) adalah pelengkap hidup. Suami adalah pakaian istri dan istri adalah pakaian suami. Saya ada untuk memenangkan pasangan saya, kebahagiaannya adalah kesenangan saya, tangisnya adalah sedih saya. Maka saya akan berjalan disampingnya agar ia menang.
Anak saya adalah titipan masa depannya. Maka saya hadir untuk memenangkannya. Saya jadikan dia anak panah yang saya lepas dari busurnya.
Sahabat terkasih, saya hadir untuk memenangkan Anda. Seorang sahabat seharusnya berperilaku memenangkan sahabatnya sebagaimana yang disampaikan Pak Mario :

Bila langkah-langkah Anda memajukan Anda jauh di depan kami, berbahagialah karena kami akan mengikuti Anda. Bila Anda berhenti atau terhentikan, yakinlah bahwa kami akan mendorong Anda untuk menguatkan langkah-langkah maju Anda berikutnya.

Dalam sebuah kesempatan Pak Mario pernah bertanya kepada kami dengan sebuah pertanyaan yang menyentak: Jika Anda meninggal, sebagai apakah Anda ingin diingat oleh dunia? Lalu lanjut beliau: Seharusnya hati ini bergetar mendapat pertanyaan seperti ini dan sangat khawatir jika jawabannya adalah hanya ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja.
Saat itu saya teringat akan proses kejadian seorang manusia di alam rahim. Dari sekian milyar kemungkinan terjadinya seorang manusia dari seorang ayah, hanya kita yang diijinkan hidup dan lahir kedunia ini. Maka apa jawaban kita jika sekian milyar saudara kita itu bertanya: Kami telah rela diri kami berkorban untuk kelahiranmu, kenapa kamu hanya menjadi manusia biasa-biasa saja?
Sahabat, mari jadikan setiap detak jantung kita untuk menjadikan orang lain menang, dan terakhir ijinkan saya menutup tulisan ini dengan kalimat Super dari Pak Mario berikut ini:

Engkau harus membangun keahlian dalam menjadikan dirimu mampu, menghasilkan lebih dari kebutuhanmu, dan menjadikan dirimu pribadi yang mampu untuk membantu orang lain dengan kelebihanmu.

Engkau hanya semulia yang kau kerjakan..
(Mario Teguh, 2008)
(marioteguh.asia)